Rabu, 10 Juni 2026

Monitoring dan Pengamanan Sengketa Lahan di Kawasan Modern Cikande Berjalan Kondusif

Serang // GebrakNasional.com – Personel Polsek Cikande bersama Ditpamobvit Polda Banten melaksanakan monitoring dan pengamanan kegiatan cut and fill pada lahan yang masih menjadi objek sengketa di kawasan Modern Industrial Estate, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.50 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga di tengah adanya perbedaan klaim kepemilikan lahan antara pihak Modern Industrial Estate dan warga yang mengaku sebagai pemilik lahan, yakni Sdr. Sarkim.

Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan personel Polsek Cikande, anggota Ditpamobvit Polda Banten, serta unsur pengamanan kawasan industri. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Modern Industrial Estate tetap berupaya melanjutkan pekerjaan cut and fill dengan dasar bahwa lahan tersebut telah menjadi milik perusahaan. Sementara itu, Sdr. Sarkim bersama sejumlah warga dan anggota Ormas Cikoja yang dipimpin Ustaz Ujang Supriyatna meminta agar kegiatan dihentikan sementara hingga terdapat penyelesaian yang jelas terkait lahan dimaksud.

Menurut keterangan Sdr. Sarkim, sebelumnya telah dilakukan upaya penyelesaian melalui pengukuran lokasi pengganti dan tinggal menunggu proses pembayaran sesuai kesepakatan yang telah dibahas oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, dirinya meminta agar aktivitas di lokasi dihentikan sementara sampai proses penyelesaian tersebut tuntas.

Karena belum tercapainya kesepahaman antara kedua pihak, sejumlah massa kemudian meminta operator alat berat menghentikan aktivitas pekerjaan. Menyikapi situasi tersebut, personel Polsek Cikande bersama Ditpamobvit Polda Banten dan petugas keamanan kawasan segera melakukan langkah persuasif melalui dialog dan mediasi guna mencegah terjadinya konflik.

Berkat pendekatan humanis yang dilakukan aparat kepolisian, situasi di lokasi tetap terkendali tanpa adanya tindakan anarkis maupun gangguan keamanan yang berarti. Pada sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan cut and fill disepakati untuk dihentikan sementara dan massa yang berada di lokasi secara bertahap membubarkan diri.

Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard menegaskan bahwa Polri akan terus mengedepankan langkah-langkah persuasif dalam setiap penyelesaian permasalahan di masyarakat serta mengimbau seluruh pihak untuk menempuh jalur musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku guna menghindari potensi konflik.

"Polri hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik serta menyelesaikan setiap permasalahan sesuai aturan yang berlaku agar situasi tetap aman dan kondusif," ujar AKP Fredo Leonard.
(Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top