Senin, 08 Juni 2026

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Barat Gelar Lomba Ketahanan Pangan


Bandung // GebrakNasional.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Barat menggelar Lomba Ketahanan Pangan memperebutkan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan lomba tersebut akan dimulai pada 10 Juni 2026 dan diikuti oleh seluruh Polres, Polresta, serta Polrestabes jajaran Polda Jawa Barat.

“Lomba ini merupakan bentuk komitmen Polda Jabar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian,” kata Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, lomba tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menilai berbagai aspek yang mendukung keberhasilan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Fadly menjelaskan, penilaian lomba terdiri dari tiga komponen utama. Komponen pertama adalah inovasi ketahanan pangan dengan bobot nilai 30 persen yang meliputi kreativitas, keunikan inovasi, kebermanfaatan, dampak program, keberlanjutan, serta potensi untuk direplikasi oleh satuan lain.

“Setiap satuan diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhasil di wilayahnya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi satuan lainnya,” ujarnya.

Komponen kedua adalah penanaman dan penyerapan Bulog dengan bobot nilai terbesar, yakni 40 persen. Penilaian dilakukan berdasarkan luas lahan yang berhasil ditanami serta data serapan hasil pertanian oleh Bulog melalui pendampingan yang dilakukan masing-masing satuan.

Sementara komponen ketiga adalah penerima KUR dan Primkoppol petani dengan bobot nilai 30 persen. Penilaian meliputi jumlah petani yang didaftarkan dalam program pembiayaan, realisasi bantuan yang telah diterima, serta kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung.

“Melalui indikator ini, kami ingin melihat sejauh mana satuan mampu memberdayakan petani dan membantu meningkatkan akses permodalan bagi mereka,” jelas Fadly.

Ia menerangkan, mekanisme penilaian diawali dengan pengiriman data lapangan dan dokumen pendukung sesuai format yang telah ditetapkan oleh panitia. Tahap berikutnya adalah verifikasi lahan, realisasi program, dan administrasi untuk memastikan seluruh data yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selanjutnya, tim penilai akan melakukan akumulasi nilai secara objektif berdasarkan bobot penilaian yang telah ditentukan, yakni 40 persen untuk penanaman dan penyerapan Bulog, 30 persen inovasi ketahanan pangan, dan 30 persen pemberdayaan petani melalui KUR dan Primkoppol.

“Pemenang akan ditetapkan melalui rapat pleno tim penilai Polda Jabar sehingga seluruh proses berlangsung transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Fadly.
Sementara itu, Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, menambahkan Polda Jabar telah menggagas berbagai inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta lomba dalam mengembangkan program ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal menanam, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung petani mulai dari permodalan, penyediaan lahan, teknologi, hingga pemasaran hasil panen,” kata Condro Sasongko.

Menurut Condro, salah satu inovasi yang telah berjalan adalah kerja sama KUR Himbara dengan petani binaan Polri. Dalam program ini, Polda Jabar berperan sebagai fasilitator untuk membantu petani memperoleh akses pembiayaan modal usaha melalui bank-bank Himbara.

Selain itu terdapat program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen, Gotong Royong Bhayangkara, Pinjam Manfaat Lahan Presisi, Benih Kurama hasil kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan RI, Solar Dryer Home Presisi bersama mahasiswa IPB, serta Zero Waste Presisi yang memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi media tanam dan pupuk organik.

“Seluruh inovasi tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan keberpihakan kepada petani. Harapannya, program-program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Condro.

Para pemenang akan memperoleh penghargaan tertinggi dari Kapolda Jabar berupa sertifikat penghargaan eksklusif serta Piala Ketahanan Pangan Polda Jabar atau Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top