Akp Boedi Santoso saat menjenguk korban di RS yang sudah tersadar dan menyerahkan kembali perhiasan korban yg di amankannya.
Samarinda // GebrakNasional.com - Wakapolsek Samarinda Ulu, AKP Boedi Santoso, S.H., M.H., menjadi korban pemukulan saat berupaya membantu mengevakuasi seorang pengendara sepeda motor yang terjepit di bawah kendaraan roda empat setelah kecelakaan lalu lintas di Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, tidak jauh dari Mapolsek Samarinda Ulu. Kecelakaan melibatkan sepeda motor yang dikendarai seorang perempuan dan sebuah Toyota Innova putih dengan nomor polisi KT 1534 RI.
Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor dilaporkan berada dalam posisi terjepit di bawah kendaraan. Melihat kondisi tersebut, Boedi yang kebetulan melintas langsung menghentikan perjalanan dan memberikan pertolongan.
Saat itu, Boedi masih mengenakan pakaian dinas lengkap. Bersama sejumlah warga di sekitar lokasi, ia berupaya mengevakuasi korban secara manual agar dapat segera terbebas dari posisi yang membahayakan.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, anggota kepolisian yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan
“Secara kebetulan anggota kami dan salah satu pejabat di Polsek Samarinda Ulu sebagai Wakapolsek langsung melakukan upaya pertolongan kepada korban yang terlibat laka lantas,” kata Asriadi, Jumat (14/8/2026).
Boedi: Saya Spontan Menolong Korban
Dalam klarifikasinya, Boedi Santoso menjelaskan bahwa dirinya memberikan pertolongan setelah melihat korban mengalami kecelakaan hingga terjepit di bawah kendaraan.
Ia mengatakan, tindakan tersebut dilakukan secara spontan karena kondisi korban membutuhkan pertolongan segera.
“Saya menolong sebuah peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan korbannya kejepit di bawah mobilnya sendiri dan ketindis mobil. Lalu saya mencoba membantu dengan menarik korban dan Alhamdulillah akhirnya bisa terlepas,” ujar Boedi.
Menurut Boedi, saat proses evakuasi berlangsung, bagian bemper depan kendaraan yang terbuat dari plastik ikut terlepas. Ia menjelaskan, bagian tersebut berada dalam posisi yang berkaitan dengan posisi korban ketika proses pertolongan dilakukan.
Setelah korban berhasil dikeluarkan, Boedi mengaku memastikan kondisi korban maupun sepeda motor yang terlibat kecelakaan telah berada dalam keadaan aman.
Namun, setelah proses pertolongan tersebut, terjadi kesalahpahaman. Boedi mengaku tiba-tiba mendapat tindakan kekerasan dari seseorang yang mempersoalkan kondisi kendaraan.
“Saya memastikan baik korban maupun roda dua-nya sudah terlepas dan aman, tapi tiba-tiba saya dipukul seseorang dengan mengatakan bahwa mobilku rusak. Tetapi saya tidak membalasnya,” ungkap Boedi.
Dipukul Dua Kali, Tetap Lanjutkan Evakuasi
Sementara itu, berdasarkan keterangan Kapolsek Samarinda Ulu, Boedi diduga dipukul sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong. Pukulan tersebut mengenai bagian wajahnya.
Meski mengalami tindakan kekerasan, Boedi disebut tetap melanjutkan proses pertolongan hingga korban berhasil dievakuasi.
Asriadi menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas dan dugaan pemukulan terhadap Wakapolsek merupakan dua peristiwa yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terpisah.
Boedi kemudian membuat laporan polisi terkait dugaan pemukulan tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan medis atau visum terhadap Boedi serta mengamankan pihak yang diduga melakukan pemukulan untuk menjalani pemeriksaan.
“Sudah kita buat laporan di Polsek Samarinda Ulu,” ungkap Asriadi.
Polisi Periksa Saksi dan Dalami Motif
Pihak kepolisian selanjutnya meminta keterangan dari sejumlah warga yang berada di lokasi dan diduga mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut.
Polisi masih mendalami motif dugaan pemukulan. Berdasarkan keterangan awal, tindakan tersebut diduga berkaitan dengan keberatan terhadap proses evakuasi sepeda motor yang berada di bawah kendaraan roda empat. Namun, polisi menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan.
Penyidik juga mendalami kondisi pengemudi kendaraan saat kecelakaan maupun ketika dugaan pemukulan terjadi, termasuk kemungkinan adanya pengaruh minuman beralkohol atau narkotika. Hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum dapat disimpulkan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pengemudi Toyota Innova tersebut diketahui merupakan warga Samarinda dan bekerja sebagai pengemudi travel dengan rute Sangatta–Samarinda–Balikpapan.
"Pelaku berkendara seorang diri dari arah Antasari menuju kawasan Kadrie Oening sebelum kecelakaan terjadi,” kata Asriadi.
Klarifikasi Agar Peristiwa Tidak Disalahpahami
Boedi Santoso menyampaikan klarifikasi tersebut untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang terjadi di Jalan Ir. Juanda.
Ia menegaskan bahwa keberadaannya di lokasi berawal dari keinginan memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan yang berada dalam kondisi berbahaya.
Boedi juga menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pembalasan ketika mendapat tindakan kekerasan.
Perkara dugaan pemukulan tersebut kini ditangani kepolisian sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk saksi di lokasi, masih berjalan. (Wie)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar