Sabtu, 15 Agustus 2026

PT. BKW Hadir dan Peduli Berikan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Kecamatan Pulau Laut Utara


Kotabaru Kalsel // GebrakNasional.com – Ratusan kepala keluarga di Kecamatan Pulau Laut Utara, pusat kota Kotabaru, ramai-ramai mengantri bantuan air bersih dari PT. Buana Karya Wiratama (BKW), Sabtu (15/08) sore. 

Perusahaan jasa konstruksi ini kembali menyalurkan pasokan air bagi warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

"Bantuan air bersih ini rutin kami lakukan setiap tahun saat musim kemarau melalui program BKW Peduli. Kami berharap aksi ini dapat meringankan beban warga, khususnya yang berada di kawasan pusat kota," ujar Humas BKW Peduli, Ardiansyah.

Ardiansyah menjelaskan, armada truk tangki perusahaan mengambil air dari daerah Sarangtiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, yang berjarak belasan kilometer dari pusat kota, untuk kemudian didistribusikan ke beberapa desa.

"Armada kami beroperasi dari jam delapan pagi hingga sepuluh malam. Program ini sudah berjalan selama tiga hari," bebernya.

Untuk hari ini, bantuan menyasar sejumlah RT di Desa Rampa, Semayap, Dirgahayu, dan Kelurahan Kotabaru Hulu (Higa Gunung). Estimasi penerima manfaat mencapai 300 kepala keluarga dengan total kisaran 1.500 hingga 2.000 jiwa.

Dalam sehari, BKW mengerahkan armada hingga 12 kali pengiriman (rit). Setiap armada mengangkut 5.000 liter air bersih (5 meter kubik). Dengan skema hemat air sekitar 50 liter per orang per hari, program BKW Peduli mampu menopang kebutuhan harian lebih dari 1.200 jiwa.

SIANG MALAM: Armada pengangkut air bersih BKW Peduli menyalurkan air kepada warga dari pagi hari sampai 
malam . 

Ketua RT 1 Desa Rampa, Musdalifah, menyampaikan apresiasinya atas bantuan air gratis tersebut. "Kami tinggal di wilayah pesisir. Saat kemarau, akses air bersih sangat sulit didapat," ungkapnya.

Senada dengan Musdalifah, Ketua RT 13 Safri mengimbau warga agar bijak mengelola bantuan air yang diterima. "Saat kemarau seperti ini, kita baru menyadari betapa berharganya setiap tetes air," tuturnya.

Kemarau tahun ini memang menyebabkan debit air di penampungan PDAM Kotabaru turun drastis. Tiga hari lalu, ketinggian Waduk Gunung Ulin tersisa 160 sentimeter dari batas normal 600 sentimeter, sehingga penggiliran distribusi air ke rumah warga tak terelakkan.

BANTUAN: Humas BKW Peduli, Ardiansyah (kiri) mengawasi proses distribusi air bersih langsung ke lapangan | FOTO: IST

Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Kotabaru, H. Suriansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah alternatif dengan memanfaatkan sumber air dari Dam Sebelimbingan untuk mendistribusikan pasokan ke IPA Gunung Sari, IPA Gunung Ulin, sekaligus mengisi Waduk Gunung Ulin. Pemerintah setempat turut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu menekan dampak kekeringan. (Guntur/Red)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top