Bengkulu // GebrakNasional.com – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si memberikan pengarahan tegas kepada jajaran pengamanan di Aula Rutan Kelas IIB Manna, Senin (27/07/2026).
Kegiatan pengarahan ini dihadiri oleh Ka.KPR Medi Ihwandi, S.E, Kasubsi Pengelolaan Hastomo Arbi, S.E, Staf KPR, dan seluruh Petugas Anggota Jaga.
Dalam arahannya, Karutan menekankan bahwa pengamanan adalah kunci keberhasilan seluruh program pembinaan di Rutan.
"Petugas pengamanan adalah ujung tombak. Tingkatkan kunci keberhasilan pengamanan dengan disiplin, kewaspadaan, dan profesionalisme. Jangan lengah sedikitpun. Bangun sense of security, peka terhadap perubahan kecil, dan deteksi dini setiap potensi gangguan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal," tegas Hannibal.
Beliau juga berpesan kepada seluruh petugas agar mengedepankan profesionalisme dalam bertugas.
"Jangan baperan, lebih baik berperan. Kita di sini untuk bekerja, jaga marwah institusi dengan profesional," ujar Karutan.
Dalam sesi tanya jawab, Komandan Regu IV, Indra Fauzan menyampaikan pertanyaan terkait optimalisasi petugas piket staf malam.
Menanggapi hal tersebut, Karutan menjawab dengan tegas.
"Petugas piket staf malam harus mengikuti jam petugas jaga malam, sehingga dapat mengisi kekuatan anggota jaga secara optimal. Dengan begitu pengawasan 24 jam bisa berjalan maksimal dan tidak ada celah keamanan," jawab Hannibal.
Menambahkan arahan Karutan, Ka.KPR Medi Ihwandi, S.E selaku Kepala Kesatuan Pengamanan juga memberikan penekanan kepada jajaran.
"Perhatikan kondisi WBP, entah itu sakit atau lainnya. Lakukan pengecekan dan pemantauan secara berkala untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," tegasnya.
Karutan memerintahkan seluruh petugas untuk menjalankan tugas sesuai SOP secara disiplin. Mulai dari kontrol keliling, apel kamar, penggeledahan, hingga pengawasan keluar masuk barang dan orang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terdokumentasi.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh jajaran menjunjung tinggi integritas dan menjauhi pelanggaran.
"Bekerja sesuai nilai PASTI dan Zero HALINAR. Dukung semua program pimpinan. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Di akhir pengarahan, Karutan menegaskan bahwa keberhasilan Rutan dalam menjaga keamanan bukan hanya soal prosedur, tetapi tentang komitmen moral setiap petugas.
"Keamanan adalah harga mati. Tidak ada kata kompromi. Jadilah petugas yang hadir bukan hanya secara fisik, tapi juga dengan hati, pikiran, dan tanggung jawab penuh. Karena dari tangan kitalah, nama baik institusi ini dipertaruhkan," tutup Hannibal dengan penuh wibawa.
Seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam bertugas.
(Wie)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar