Kamis, 11 Juni 2026

Polda Jabar melalui Biro SDM kerjasama dengan IPB Bangun Solar Dryer Home Presisi di Desa Rende

Bandung // GebrakNasional.com - Biro SDM Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membangun Solar Dryer Home Presisi di Desa Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan dimulai pada 11 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 19 Juni 2026.

Fasilitas pengering jagung bertenaga surya tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Kiwari untuk mendukung pengelolaan hasil panen jagung pascapanen. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu.

Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan Solar Dryer Home Presisi merupakan inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu petani menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai jual jagung.

“Inovasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” kata Fadly Samad, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan program strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Polri dan kalangan akademisi, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Polri tidak hanya berperan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung program-program pemerintah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Candra Sasongko yang mengoordinasikan implementasi Program Ketahanan Pangan menilai kerja sama dengan IPB menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kolaborasi dengan IPB merupakan bentuk sinergi antara institusi negara dan akademisi dalam menghadirkan inovasi yang sederhana, terjangkau, namun memiliki manfaat besar bagi petani,” kata Candra Sasongko.

Solar Dryer Home Presisi merupakan bangunan pengering jagung berukuran 6 x 8 meter yang memanfaatkan energi panas matahari sebagai sumber utama pengeringan. Teknologi ini menggunakan prinsip efek rumah kaca (greenhouse effect) untuk menghasilkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitar.

Selain mengandalkan panas matahari, fasilitas tersebut dilengkapi sistem ventilasi dan blower untuk menjaga sirkulasi udara sehingga proses pengeringan tetap optimal meski cuaca kurang mendukung.

Dengan kapasitas 1 hingga 2 ton jagung pipilan dalam satu siklus, Solar Dryer Home Presisi mampu mempercepat proses pengeringan menjadi sekitar 2 hingga 3 hari. Waktu tersebut jauh lebih singkat dibandingkan metode penjemuran konvensional yang bisa mencapai satu minggu.

Teknologi ini juga membantu menjaga kualitas jagung dengan menurunkan kadar air secara merata, melindungi hasil panen dari hujan, serta mengurangi risiko tumbuhnya jamur dan kandungan aflatoksin yang dapat menurunkan mutu jagung.

Dosen IPB Dr. Tjahja menjelaskan bahwa inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kendala petani dalam memperoleh fasilitas pengering pascapanen yang selama ini jumlahnya masih terbatas.

Kehadiran Solar Dryer Home Presisi mendapat sambutan positif dari petani. Polda Jabar berharap inovasi ini dapat direplikasi di berbagai sentra produksi jagung nasional guna meningkatkan kualitas hasil panen, mengurangi kehilangan pascapanen, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top