Kamis, 11 Juni 2026

Pemantauan SPPG MBG 3B Sekaligus Penguatan Sosialisasi Program Inovasi Bidang KB “Lapor Gizi 3B MBG” di Kabupaten Serang

Serang // GebrakNasional.com - Dalam upaya memperkuat pelayanan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, Bidang Keluarga Berencana (KB) DKBPPPA Kabupaten Serang terus menggencarkan sosialisasi Program Inovasi Bidang KB berupa Barcode Layanan Pengaduan Online Seputar Gizi bagi Bumil, Busui, dan Balita Non-PAUD atau “Lapor Gizi 3B MBG”.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pemantauan pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG 3B yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, S.ST., M.Kes. Pada kesempatan ini, pemantauan dilakukan di SPPG Desa Cikande Permai 1, Cikande Permai 2, SPPG MBG 3B Leuwilimus, dan SPPG MBG 3B Parigi.

Program Lapor Gizi 3B MBG merupakan inovasi pelayanan publik yang dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pengaduan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Melalui sistem barcode layanan digital, masyarakat dapat secara langsung menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B untuk kelompok sasaran BUMIL (Ibu Hamil), BUSUI (Ibu Menyusui), dan Balita Non-Paud.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait fungsi dan manfaat barcode pengaduan untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari ketidak tepatan sasaran penerima manfaat, keterlambatan pendistribusian, kualitas makanan yang tidak layak konsumsi, hingga pelayanan yang dinilai kurang optimal.

Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, S.ST., M.Kes, menegaskan bahwa inovasi Lapor Gizi 3B MBG dibentuk agar masyarakat memiliki wadah resmi dalam menyampaikan keluhan maupun masukan secara cepat dan dapat langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

"Kami terus mensosialisasikan Program Inovasi Bidang KB melalui Barcode Layanan Pengaduan Online Lapor Gizi 3B MBG agar masyarakat memahami bahwa jika terdapat kendala terkait pendistribusian MBG 3B, pelaporannya dapat dilakukan melalui Aplikasi Barcode, dimana Aplikasi tersebut dilakukan secara inisiatif dari Bidang KB tujuannya agar masyarakat mudah melaporkan terkait dengan Gizi MBG 3B, jadi ini salah satu mencegah masyarakat agar tidak memviral melalui Medsos terkait dengan MBG 3B, Hal ini penting agar permasalahan cepat ditangani dan tidak berkembang menjadi informasi yang belum tentu benar di media sosial," ujar Hj. Iis Isnawati.

Ia juga menjelaskan bahwa penguatan sosialisasi dilakukan secara masif melalui keterlibatan 1.777 personel yang terdiri dari Kader Pos KB, Sub KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK/TPD) yang bertugas membantu masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan SPPG MBG 3B, pengawasan pendistribusian makanan bergizi, sekaligus mengenalkan dan mengedukasi masyarakat terkait penggunaan barcode Lapor Gizi 3B MBG.

"Kami telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif membantu masyarakat, baik dalam pemantauan pelaksanaan MBG 3B maupun sosialisasi penggunaan barcode pengaduan. Sampai saat ini sudah terdapat sekitar 20 laporan yang masuk ke Aplikasi Lapor Gizi 3B MBG, dan seluruh laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti agar segera diselesaikan oleh tim di lapangan," katanya.

Hingga saat ini, kegiatan pemantauan sekaligus sosialisasi Program Inovasi Bidang KB Lapor Gizi 3B MBG telah dilaksanakan pada 7 titik SPPG di Kabupaten Serang sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat.

"Sosialisasi Lapor Gizi 3B MBG menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemantauan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang. Bersama, kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.”ucapnya.

Penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta keluarga. Dengan deteksi dini, pelaporan yang aktif, edukasi gizi, dan pemenuhan asupan yang baik, kami optimistis angka stunting di Kabupaten Serang dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045

"kami berkomitmen memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Serang. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemantauan kondisi gizi dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan sehingga setiap ibu hamil, ibu menyusui, serta balita mendapatkan perhatian dan intervensi yang optimal,"tutupnya.

Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi balita, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi masa krusial tumbuh kembang anak. Gizi yang baik sangat berperan dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak.

Melalui Program MBG 3B dan inovasi Lapor Gizi 3B MBG, Pemerintah Kabupaten Serang berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan gizi, sehingga kualitas pelayanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat terus meningkat menuju generasi Kabupaten Serang yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top