Selasa, 07 April 2026

Honor Crew dan Vendor Belum Dibayar, Event Pop Up Market Ramadhan Sale di Cilegon Tuai Polemik

Cilegon // GebrakNasional.com — Pelaksanaan event musik bertajuk Pop Up Market Ramadhan Sale yang digelar di Cafe Semilir Senja menuai polemik. Sejumlah crew yang terlibat mengaku belum menerima honor kerja hingga beberapa hari setelah acara berakhir.

Event yang berlangsung selama delapan hari, sejak 8 hingga 15 Maret 2026, menghadirkan konser musik lokal serta penampilan seni dari sejumlah seniman, termasuk pelukis asal Tangerang, Kang Edi Bonetski. Kegiatan ini juga diketahui memperoleh pemasukan dari berbagai sumber, mulai dari sponsor seperti Djarum dan Nagaswara, hingga penjualan merchandise dan tiket harian.

Namun, di penghujung acara, pihak penyelenggara yang dipimpin oleh founder berinisial DM dari Deadmore Entertainment diduga tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran honor kepada para kru yang telah bekerja selama delapan hari tersebut.

Permasalahan tidak hanya dialami oleh crew Sejumlah vendor yang terlibat dalam penyelenggaraan acara juga dilaporkan belum menerima pelunasan pembayaran. Sekitar 80 persen dari total nilai kerja sama disebut belum dibayarkan hingga saat ini. Selain itu, beberapa band lokal yang tampil dalam event tersebut juga belum menerima bayaran atas penampilan mereka.

Salah satu crew yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara sebelumnya berjanji akan melunasi pembayaran paling lambat Rabu, 18 Maret 2026. Namun hingga Senin, 7 April 2026, atau 23 hari setelah acara berakhir, belum ada kejelasan terkait pembayaran tersebut.

“Awalnya dijanjikan akan dibayar penuh, tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Padahal penghasilan ini sangat diharapkan menjelang Lebaran. Alih-alih menerima bayaran, kami justru mendapat tekanan untuk membantu menjual karya seni,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para kru juga mengaku diminta untuk menjual lukisan karya seniman yang tampil sebagai upaya menutup kekurangan dana. Bahkan, terdapat arahan untuk menarik kembali uang bayaran dari band-band lokal yang telah tampil.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan dan pengelolaan dana yang tidak transparan, baik yang bersumber dari sponsor maupun pendapatan event.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Deadmore Entertainment terkait permasalahan tersebut.

Para crew berharap adanya itikad baik dari pihak penyelenggara untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada seluruh pihak yang terlibat, baik kru, vendor, maupun pengisi acara, serta memberikan kejelasan atas kondisi yang terjadi. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top