Kota Tangerang // GebrakNasional.com - Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali diwujudkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, melalui bantuan bedah rumah senilai Rp. 25.000.000.- (dua puluh lima juta rupiah) kepada tiga lansia bersaudara yang tinggal dalam kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi Ahmad Jaelani (58), Dasuki (51), dan Ahmad Syafei (43), yang selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi rumah memprihatinkan.
Bertahan di Tengah Keterbatasan
Rumah sederhana itu awalnya dihuni oleh Jaelani bersama sang istri. Namun setelah istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu, dua adiknya yang belum menikah memilih tinggal bersamanya di bawah satu atap.
Kehidupan mereka berjalan dalam keterbatasan. Jaelani sehari hari memungut limbah di jalanan. Kondisi pendengarannya yang kurang baik membuatnya lebih sering menyendiri. Sementara Dasuki dan Syafei bekerja serabutan demi menopang kebutuhan hidup bertiga.
Sejak 2023, kondisi rumah mereka terus memburuk. Kayu penyangga mulai lapuk, genteng bocor satu per satu, dan setiap hujan turun, lantai rumah kerap tergenang air.
" Mau gimana lagi pak, dibenerin nggak ada uangnya. Mau marah ke siapa. Makanya pasrah aja,” ujar Dasuki pada Selasa (3/3/2026).
Rasa waswas menjadi bagian dari keseharian mereka. Atap bocor dan lantai banjir bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman keselamatan.
Bantuan dari ZIS BAZNAS Banten
Harapan itu datang di tahun 2026. Dasuki menerima kabar bahwa rumahnya akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari Wakil Gubernur Banten.
"Alhamdulillah, saya sangat sangat bersyukur, berterima kasih, ternyata masih ada yang memperhatikan kondisi kami,” ucap Dasuki dengan mata berkaca kaca.
Bantuan sebesar Rp25 juta tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat yang dihimpun melalui BAZNAS Provinsi Banten.
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa dana tersebut merupakan amanah umat yang harus digunakan sebaik-baiknya.
"Dana ini berasal dari ZIS masyarakat. Tugas kami hanya menyalurkan kepada yang berhak. Tolong digunakan sebaik baiknya untuk membangun rumah ini, jangan untuk yang lain,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar penerima bantuan tetap menjaga ibadah.
"Yang terpenting jangan tinggal salat. Puasanya harus terus dijaga dan ibadahnya ditingkatkan,” tambahnya.
Program Penanganan RTLH Berkelanjutan
Program bedah rumah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mengurangi angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS, dana ZIS diharapkan benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman, nyaman, dan martabat keluarga penerima.
Kini, Jaelani dan kedua adiknya bisa sedikit lega. Dalam waktu dekat, rumah mereka akan diperbaiki sehingga tidak lagi khawatir saat hujan turun atau ketika angin kencang menerpa.
Di tengah keterbatasan, bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat Banten. (Adv Kominfo)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar