![]() |
| Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei |
JAKARTA, GebrakNasional.Com - Iran menyatakan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Iran menolak laporan tentang pembicaraan di tengah konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.
Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 24 Maret 2026, Kantor Berita Resmi IRNA menyampaikan bahwa Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan, selama beberapa hari terakhir, pesan telah disampaikan melalui "negara-negara sahabat" yang menunjukkan permintaan AS untuk negosiasi guna mengakhiri perang, menambahkan bahwa Iran menanggapi sesuai dengan "posisi prinsipnya."
Baghaei mengatakan, tanggapan Iran termasuk peringatan tentang "konsekuensi serius" dari setiap serangan terhadap infrastruktur vital negara, menekankan bahwa setiap tindakan yang menargetkan fasilitas energi Iran akan ditanggapi dengan respons yang "tegas, segera, dan efektif" oleh angkatan bersenjatanya.
Baghaei juga membantah bahwa negosiasi atau dialog apa pun dengan AS telah terjadi selama 24 hari terakhir sejak pecahnya apa yang ia sebut sebagai "perang yang dipaksakan."
Baghaei menambahkan bahwa posisi Iran mengenai Selat Hormuz dan syarat-syarat untuk mengakhiri perang "tidak berubah."
Diketahui sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump pada Senin, 23 Maret 2026 mengatakan bahwa pembicaraan baru-baru ini dengan Iran telah "produktif."
Eskalasi regional terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (*/red)

Tidak ada komentar:
Tulis komentar