![]() |
| Wilayah udara Iran dibuka kembali usai ditutup beberapa jam. |
JAKARTA, GebrakNasional.Com – Otorita Iran kembali membuka wilayah udaranya setelah penutupan hampir lima jam, di tengah kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer Amerika Serikat di Iran.
Penutupan wilayah udara itu telah menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan membatalkan, mengubah rute, atau menunda beberapa penerbangan.
Diketahui sebelumnya, Iran menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan, kecuali penerbangan internasional dari dan ke Iran dengan izin resmi pada pukul 17.15 ET (2215 GMT) pada hari Rabu, 14 Januari 2026, menurut pemberitahuan di situs web Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat.
Dilansir dari Reuters dan Al Arabiya, Kamis, 15 Januari 2026, pemberitahuan tersebut dicabut sesaat sebelum pukul 22.00 ET, atau 0300 GMT, menurut layanan pelacakan penerbangan, Flightradar24, yang menunjukkan lima penerbangan dari maskapai-maskapai Iran, Mahan Air, Yazd Airways, dan AVA Airlines termasuk yang pertama melanjutkan penerbangan di atas wilayah Iran.
Sebelumnya, maskapai penerbangan terbesar India, IndiGo, mengatakan beberapa penerbangan internasionalnya terdampak penutupan wilayah udara Iran yang tiba-tiba.
Maskapai Air India juga mengatakan, penerbangannya terpaksa menggunakan rute alternatif yang dapat mengakibatkan penundaan atau pembatalan.
Menurut data Flightradar24, sebuah penerbangan maskapai Rusia, Aeroflot yang menuju Teheran, Iran, harus kembali ke Moskow, Rusia, setelah penutupan tersebut.
Penutupan sementara ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan tanggapan terhadap situasi di Iran, yang sedang mengalami protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang Pejabat AS pada Rabu, 14 Januari 2026, waktu setempat mengatakan, Amerika Serikat telah menarik sebagian personel dari pangkalan-pangkalan militernya di Timur Tengah.
Hal ini dilakukan setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan, Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangga, bahwa mereka akan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS jika Washington menyerang.
Sebelumnya pada hari Rabu, Jerman mengeluarkan arahan baru yang memperingatkan maskapai penerbangan negara itu untuk tidak memasuki wilayah udara Iran.
Amerika Serikat juga telah melarang semua penerbangan komersial AS untuk melintasi Iran, dan tidak ada penerbangan langsung antara kedua negara. (*/red)

Tidak ada komentar:
Tulis komentar