Selasa, 08 Juli 2025

Dua Personel Garda Revolusi Iran Dikabarkan Tewas saat Menjinakkan Bom Sisa Perang Israel

Ilustrasi Pasukan Garda Revolusi Iran. 

TEHERAN, GebrakNasional.Com Dua personel Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dikabarkan tewas saat berupaya menjinakkan peledak sisa perang dengan Israel di wilayah barat negara tersebut, pada Minggu, 06 Juli 2025. 


Diketahui, wilayah tersebut dilanda rentetan serangan udara Israel saat perang berkecamuk bulan lalu.


Iran dan Israel terlibat perang selama 12 hari yang dipicu oleh operasi pengeboman oleh Tel Aviv pada 13 Juni lalu. Rentetan serangannya, menurut Israel pada saat itu, bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir -- sebuah ambisi yang terus-menerus dibantah oleh Teheran.


Laporan kantor berita Tasnim yang mengutip pernyataan IRGC, seperti dilansir AFP, Senin, 07 Juli 2025 menyebut, dua personel IRGC tewas dalam insiden saat membersihkan bom sisa perang di area Khorramabad.


“Dua anggota Garda (Revolusi Iran) tewas pada Minggu, 06 Juli 2025, di Khorramabad saat membersihkan area tersebut dari peledak yang ditinggalkan oleh agresi rezim Zionis,” sebut IRGC dalam pernyataannya, menggunakan sebutan khas Iran untuk Israel.


Serangan-serangan Israel selama perang berlangsung pada pertengahan Juni lalu menewaskan sejumlah komandan Angkatan Bersenjata Iran, termasuk para anggota IRGC, serta para ilmuwan nuklir terkemuka negara tersebut.


Secara terpisah, kantor berita Fars melaporkan pada Minggu, 06 Juli 2025, mengenai kematian seorang tentara Iran di wilayah Yazd, Iran bagian tengah, akibat luka-luka yang dideritanya selama salah satu serangan Israel.


Serangan-serangan Tel Aviv, menurut otoritas peradilan Teheran, telah menewaskan lebih dari 900 orang di seluruh wilayah Iran. Sementara serangan rudal balasan Iran, menurut angka resmi Tel Aviv, menewaskan sedikitnya 28 orang di wilayah Israel.


Pertempuran udara yang sengit antara kedua negara diakhiri dengan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni.


Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu, 05 Juli 2025, waktu setempat, muncul untuk pertama kalinya di depan publik sejak perang meletus.


Laporan media pemerintah menyebut Khamenei menghadiri sebuah seremoni keagamaan di Teheran.


Otoritas Iran mengumumkan pembukaan kembali wilayah udaranya pada Kamis, 03 Juli 2025, waktu setempat, termasuk di Teheran, yang ditutup sejak hari pertama perang. (*/red)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top