Cilegon // GebrakNasional.com – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten bersama tim gabungan Basarnas Banten melakukan pencarian terhadap sejumlah jurnalis dan kru speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian dilakukan pada Selasa, 8 September 2026, setelah speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut tidak lagi dapat dihubungi sejak Senin, 7 September 2026.
Kasubdit Patroli Airud Polda Banten, AKBP Lis Handaya, mengatakan pencarian dilakukan bersama unsur gabungan, termasuk Direktorat Baharkam Mabes Polri. Selasa, 8 September 2026.
“Dari unsur gabungan dan juga dari Direktorat Baharkam Mabes, dengan jumlah total personel sebanyak 23 kekuatan, melaksanakan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Rakata,” kata Lis Handaya.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi pencarian masih relatif memungkinkan untuk dilakukan operasi. Tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter.
Sementara itu, angin bertiup dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sekitar 5 hingga 10 knot. Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau juga masih terpantau di wilayah Pulau Rakata.
Speedboat tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal itu membawa sejumlah jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir dengan salah satu jurnalis di atas kapal dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis masih sempat mengirimkan titik lokasi atau membagikan lokasi kapal.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan speedboat tersebut terputus.
Hingga Selasa, 8 September 2026, keberadaan kapal beserta para penumpangnya belum diketahui. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian di sekitar titik dugaan lokasi terakhir kapal.
Lokasi dugaan terakhir speedboat berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Berdasarkan informasi sementara, speedboat tersebut membawa delapan orang. Sebanyak tujuh orang dilaporkan masuk dalam pencarian, sedangkan satu orang lainnya masih dalam proses pendataan.
Sejumlah nama yang telah teridentifikasi di antaranya M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.
Sementara dua nama lainnya masih dalam proses pendataan.
Tim gabungan hingga kini masih melakukan pencarian dengan menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Rakata.
Operasi pencarian juga terus mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, tinggi gelombang, serta sebaran abu vulkanik di sekitar lokasi.
(Wie)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar