Bogor // GebrakNasional.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan penguatan total untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas narkoba. Penguatan itu diberikan lewat dukungan anggaran dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo lewat amanatnya yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor, Kamis (23/7/2026). Mulanya, Djamari menyebut kondisi geografis Indonesia menjadi tantangan memberantas narkoba.
"Saya menyadari betapa besarnya tantangan yang kita hadapi dalam pemberantasan narkoba ini, ditambah lagi dengan posisi Indonesia secara geografis yang berada pada persilangan dua benua dan dua samudera, memiliki ribuan pulau dan garis pantai yang sangat panjang, serta banyak pintu masuk melalui jalur laut, udara, darat," katanya.
Dia mengatakan kondisi geografis Indonesia membuka banyak celah. Hal itu, katanya, bisa dimanfaatkan oleh jaringan internasional narkotika.
"Kondisi geografis yang memang memberikan keunggulan strategis bagi Indonesia, namun pada saat yang sama juga membuka banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan narkotika internasional untuk menyelundupkan dan mendistribusikan narkotika ke berbagai daerah," sebutnya.
Menurutnya, BNN tidak boleh bekerja dengan kapasitas yang terbatas. Sehingga, penguatan total akan diberikan sebagai komitmen nyata pemberantasan narkoba.
"Dalam kondisi demikian, BNN tidak boleh bertempur dengan tangan hampa atau dengan kapasitas yang sangat terbatas. Berangkat dari hal tersebut, sebagai komitmen nyata pemerintah ke depan, saya akan memberikan penguatan total kepada Badan Narkotika Nasional," tuturnya.
Penguatan akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari infrastruktur hingga payung hukum. Sehingga, pemberantasan narkotika bisa menjangkau seluruh tanah air.
"Penguatan ini akan kita lakukan secara menyeluruh, meliputi aspek payung hukum, pemenuhan infrastruktur yang memadai hingga ke daerah, pembekalan peralatan teknologi intelijen taktis maupun strategis yang lebih canggih, peningkatan kualitas serta peningkatan kualitas alat dan kualitas SDM, hingga dukungan anggaran negara yang memadai. Harus memastikan langkah penanggulangan ini berjalan secara masif, komprehensif, dan menjangkau seluruh pelosok tanah air," ujarnya. (Wie)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar