![]() |
| Menkomdigi, Meutya Hafid. |
JAKARTA, GebrakNasional.Com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia (RI), Meutya Hafid menyampaikan, pihaknya akan terus gencar memblokir situs dan konten judi online.
"Kami akan terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul," ujar Meutya saat kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol-Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, dikutip dari keterangan persnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Meutya menekankan perlu kerja sama lintas sektor yang lebih kuat untuk memberantas judol di Indonesia.
Ia menyebut, Kementerian Komdigi membutuhkan dukungan dari Polri, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan seluruh platform digital untuk meemrangi judi online.
Meutya menyoroti maraknya iklan judi online di media sosial yang semakin agresif menyasar pengguna Indonesia.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah meminta platform Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk bertanggung jawab lebih besar dengan menurunkan konten tersebut.
"Judi online dilarang di Indonesia. Semua pihak harus punya tanggung jawab moral dan hukum yang sama," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Meutya mengungkapkan bahwa hampir 200 ribu anak-anak Indonesia telah terpapar judi online (Judol) di medsos, termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah 10 tahun.
Menurutnya, angka tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa akan bahayanya media digital.
"Judi online bukan sekadar hiburan digital, melainkan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, dan menghancurkan masa depan anak-anak," ujarya.
Dia juga mengatakan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, dan keluarga juga menjadi sangat strategis dalam membangun budaya anti-judi online.
"Terutama para ibu dan seluruh keluarga, jadilah benteng utama di rumah. Lindungi anak-anak kita dari bahaya judi online sejak dini. Tolak judol, jaga keluarga, selamatkan masa depan anak," tutupnya. (*/red)

Tidak ada komentar:
Tulis komentar