Kamis, 21 Mei 2026

Poliran: Program Kepedulian Polri dalam Menjaga Ketahanan Pangan dan Menanggulangi Pengangguran di Wilayah Hukum Polres Serang

Serang // GebrakNasional.com – Dalam rangka mendukung program unggulan Kapolda Banten bernama Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran, sekaligus turut serta menjaga ketahanan pangan masyarakat, seluruh jajaran Polres Serang melaksanakan serangkaian kegiatan sambang dan pendekatan kepada warga di 12 kecamatan se-Kabupaten Serang. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., ini berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
 
Program Poliran tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mengarahkan masyarakat untuk aktif berusaha di sektor pertanian dan peternakan sebagai solusi produktif, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal. Seluruh anggota Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Serang turun langsung ke lapangan untuk berkomunikasi, berkoordinasi, serta mendengarkan harapan dan kendala yang dihadapi warga.

Dari beberapa warga yang di temui para Bhabinkamtibmas ada beberapa permasalahan dan kendala yang di hadapi  warga antara lain tentang ketersediaan dan harga pupuk, pakan ternak warga yang mahal.dengan mengetahui permasalahan warga Polri akan berkoordinasi dengan unsur terkait.
 
Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., Melalui Kasat Bimas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Program Poliran bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya kami untuk turut serta mengatasi permasalahan sosial seperti pengangguran, sekaligus menjaga agar ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Serang tetap terjamin. Melalui pendekatan langsung seperti ini, kami dapat mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan warga, apa kendala yang dihadapi, sehingga kami dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat,” ungkapnya.
 
Dari kegiatan yang berlangsung hari ini, berbagai kendala telah teridentifikasi, mulai dari ketersediaan bibit tanaman, harga pupuk yang mahal, hingga harga pakan ternak yang tidak terjangkau. Seluruh temuan ini akan segera ditindaklanjuti agar dapat dicarikan solusi terbaik bagi masyarakat.
 
Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat semakin termotivasi untuk berusaha secara mandiri, pengangguran dapat berkurang, serta ketersediaan pangan di tingkat desa semakin kuat dan terjamin. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top