![]() |
| Serangan AS-Israel ke Teheran, Iran. |
JAKARTA, GebrakNasional.Com - Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, dengan menargetkan sebuah universitas terkemuka di Ibu Kota Iran, Teheran, dan daerah permukiman setempat.
Dilansir Al Jazeera, Senin, 06 April 2026, serangan udara itu menghantam kompleks Universitas Sharif.
Universitas Sharif merupakan salah satu universitas sains terkemuka di Iran, yang sering dibandingkan dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS.
Al Jazeera menyebut, serangan AS-Israel itu menghantam sebuah masjid dan laboratorium yang ada di kompleks universitas tersebut, juga mengenai sebuah fasilitas distribusi gas di dekat universitas terkemuka itu.
Laporan wartawan Al Jazeera, Tohid Asadi, yang ada di Teheran menyatakan, fasilitas itu terkena dampak parah, dengan kerusakan luas dilaporkan pada masjid dan laboratorium di kompleks kampus tersebut.
"Area Sharif telah menyaksikan rentetan serangan lainnya, termasuk satu serangan terhadap fasilitas gas," ujarnya.
Disebutkan juga bahwa sejumlah fasilitas sipil lainnya, termasuk jalan raya, pembangkit listrik, dan jembatan juga menjadi target serangan di berbagai wilayah Iran.
"Kementerian Sains dan Teknologi Iran memberitahu kami bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena serangan (sejak awal perang pada 28 Februari)," kata Asadi dalam laporannya.
Menurut laporan Al Jazeera, sedikitnya 34 orang, termasuk enam anak-anak, tewas akibat rentetan serangan terbaru AS-Israel di berbagai wilayah Iran.
Sementara itu, Kantor Berita Fars melaporkan, Senin, 06 April 2026, sedikitnya 23 orang tewas akibat serangan udara yang menghantam area Baharestan County, Provinsi Teheran.
Terdapat empat anak perempuan dan dua anak laki-laki berusia di bawah 10 tahun di antara korban tewas.
Lima orang lainnya dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam bangunan permukiman di kota Qom.
Sementara, enam orang lainnya tewas akibat serangan di area Bandar-e-Lengeh, Iran bagian selatan.
Setidaknya belasan Kota di Iran dilanda serangan, termasuk Bandara Abbas, Ahvaz, Mahsharh, Shiraz, Isfahan, dan Karaj.
Serangan itu terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump menetapkan batas waktu pada Selasa malam, 07 April 2026, waktu AS bagi Iran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz, atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting, seperti pembangkit listrik dan jembatan.
Teheran telah memperingatkan akan melancarkan serangan balasan, dengan menegaskan akan membalas "dengan cara yang sama" untuk setiap serangan terhadap infrastruktur di wilayah Iran.
Para pejabat senior Iran mengutuk ancaman Trump sebagai "penghasutan untuk kejahatan perang". (*/red)

Tidak ada komentar:
Tulis komentar