Cilegon // GebrakNasional.com – Komisi V DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, dalam rangka meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana transportasi menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kementerian, lembaga, serta instansi terkait yang memiliki peran penting dalam pengelolaan transportasi nasional. Kamis (12/3/2026).
Rombongan Komisi V DPR RI , tiba di Pelabuhan ASDP Merak sekitar pukul 12.00 WIB dan selanjutnya melaksanakan rapat koordinasi di Ruang Rapat Gedung Sosoro PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.
Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si., turut mengikuti dan mendampingi jalannya kegiatan tersebut sebagai bagian dari koordinasi lintas sektoral dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Cilegon.
Dalam kunjungan kerja tersebut hadir pula sejumlah anggota Komisi V DPR RI, di antaranya Drs. H. Mukhlis Basri, Ir. Hanan A. Rozak, H. Mori Hanafi, H. Irmawan, Ahmad Fauzi, serta Arizal Tom Liwafa. Turut hadir para pejabat pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Roy Rizali Anwar, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, perwakilan Basarnas, pemerintah daerah, serta sejumlah stakeholder transportasi nasional.
Dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi penyeberangan di kawasan Merak–Bakauheni, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang serta memastikan bahwa fasilitas penyeberangan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan menuju pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Ciwandan, dan Bojonegara.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, perbaikan jalan berlubang di jalur utama mudik juga terus dipercepat guna memastikan keamanan serta kenyamanan pengendara selama perjalanan.
Selain itu, pemerintah juga telah menandatangani Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian PUPR terkait pengaturan lalu lintas selama masa Lebaran 2026. Kebijakan tersebut meliputi pembatasan operasional kendaraan barang, penerapan sistem one way dan contra flow, serta pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan seperti kawasan Merak dan Bakauheni.
Dari sisi transportasi laut, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sebanyak 81 kapal Roro untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni. Secara nasional, total 841 kapal disiapkan dengan kapasitas mencapai 3,2 juta penumpang guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Kementerian Perhubungan juga menerapkan sejumlah kebijakan operasional, di antaranya penerapan tarif tunggal antara layanan kapal eksekutif dan reguler di lintasan Merak–Bakauheni serta kewajiban pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Selain itu, sistem delaying dan buffer zone juga diperkuat guna mengatur arus kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Sementara itu, Basarnas memastikan kesiapan personel dan peralatan pencarian serta pertolongan yang akan disiagakan selama 24 jam di kawasan strategis lintasan Merak–Bakauheni guna mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menyediakan informasi cuaca secara real-time guna mendukung keselamatan transportasi laut, termasuk melalui sistem Indonesian Weather Information for Shipping (Ina-WIS).
Di sisi lain, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memastikan kesiapan operasional dengan menyiagakan puluhan kapal, ratusan personel operasional, serta meningkatkan fasilitas pelabuhan, termasuk layanan kesehatan, sistem pemantauan CCTV, serta optimalisasi waktu sandar kapal.
Dalam skema pengaturan arus penyeberangan Lebaran 2026, Pelabuhan Merak difokuskan untuk melayani pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan bus. Sementara Pelabuhan Ciwandan diperuntukkan bagi sepeda motor serta kendaraan logistik tertentu, sedangkan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya Bojonegara melayani kendaraan logistik berat.
Selain itu, Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera juga disiapkan sebagai jalur alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, guna membantu mengurai kepadatan arus kendaraan di lintasan utama.
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 13 Maret 2026 yang bertepatan dengan awal libur sekolah serta pada 18 Maret 2026 ketika para pekerja dan aparatur sipil negara mulai melaksanakan perjalanan mudik.
Kegiatan kunjungan kerja Komisi V DPR RI tersebut berlangsung hingga pukul 14.10 WIB dan ditutup dengan konferensi pers serta sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan kesiapan sistem transportasi nasional menjelang arus mudik Lebaran tahun 2026. (Wie)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar