![]() |
| Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. |
JAKARTA, GebrakNasional.Com - Otoritas Iran mulai membuka akses terbatas bagi sejumlah kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Jalur strategis tersebut ditegaskan hanya akan ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai 'musuh'.
Dalam pernyataan resmi, sebagaimana dilansir dari detikNews, otoritas Teheran menyebut kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik tetap diizinkan melintas, dengan syarat berkoordinasi dengan militer Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan secara selektif.
"Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka," ujarnya.
Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Ia menegaskan, kapal dari negara netral tetap dapat melintas dengan izin otoritas Iran.
"Kapal-kapal milik negara yang tidak terlibat dalam perang diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin militer Iran," ujarnya.
Kebijakan ini muncul di tengah situasi yang memanas, di mana konflik antara Iran melawan AS dan Israel telah mengganggu lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Banyak kapal tanker sempat tertahan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Sebagai jalur vital, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan ini berpotensi langsung memengaruhi harga dan distribusi energi global.
Sejak serangan besar-besaran lebih dari dua pekan lalu, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel, pangkalan militer AS, serta infrastruktur energi di kawasan Teluk menggunakan rudal dan drone.
Di tengah ketegangan tersebut, lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat melambat signifikan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal mulai kembali diizinkan melintas, menandakan adanya pelonggaran terbatas.
Laporan menyebutkan kapal tanker dari beberapa negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki telah mendapat izin melintas dengan aman.
Otoritas India bahkan melaporkan dua kapal tanker yang mengangkut LPG berhasil melewati Selat Hormuz tanpa hambatan pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Sementara itu, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi juga menyelesaikan pelayarannya sehari setelahnya.
Kapal berbendera Turki, Rozana, turut diizinkan melintas setelah pemerintah Ankara memperoleh persetujuan dari Teheran.
Meski akses mulai dibuka secara terbatas, situasi di kawasan tersebut masih dinilai rawan.
Kebijakan selektif Iran terhadap lalu lintas kapal menjadi penanda bahwa Selat Hormuz tetap berada dalam kendali ketat di tengah konflik yang belum mereda. (*/red)

Tidak ada komentar:
Tulis komentar