Senin, 02 Juni 2025

Tanggis Keluarga Iringi Pemakaman jenazah Kasus Pembunuhan di Puri Angrek Kota Serang


Serang // GebrakNasional.com - Jenazah Petry Sihombing (35) korban telah dikebumikan di tempat khusus pemakaman umat Kristen di Kampung Sayar, Kota Serang, Banten, Senin (2/6/2025).

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru, diiringi lantunan lagu-lagu rohani yang tak henti-hentinya menggema dari keluarga dan kerabat yang mengantar kepergian Petry.

Suasana duka yang mendalam menyelimuti area pemakaman, seolah memvisualisasikan betapa besar kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang terdekat almarhum. 

Tangis dan isak tangis tak terbendung, mengiringi saat jasad Petry dimasukkan ke liang lahat, menandai perpisahan terakhir dengan sosok yang dikenal baik hati.

Usai prosesi pemakaman, Holme Sihombing, kakak kandung almarhum, mengungkapkan kesedihannya yang mendalam. Dengan suara bergetar menahan tangis, ia mengaku sangat terpukul atas tragedi yang menimpa adiknya.

"Saya sangat sedih karena adik saya orang yang sangat baik," ujar Holme lirih, mewakili seluruh keluarga yang kini mendambakan kejelasan dan keadilan. 

"Kami sekeluarga berharap pelaku segera ditangkap agar kami tenang di kampung."

Rasa kehilangan yang mendalam juga disuarakan dalam tuntutan keadilan yang tegas. Holme bahkan menegaskan harapannya agar keadilan ditegakkan seberat-beratnya bagi pelaku. 

"Kalau bisa, nyawa taruhan nyawa," tegas Holme.

Diketahui, Petry diduga menjadi korban pembunuhan perampok yang masuk ke dalam rumahnya. Selain Petry, suaminya bernama Wadison Pasaribu (37) mengalami kritis, terbungkus karung dalam insiden tersebut.

Jenazah Petry dilarikan ke RS Bhayangkara, Kota Serang. Sedangkan Wadison dilarikan ke RS Sari Asih Serang untuk mendapatkan perawatan medis

Payon Pasaribu, kakak dari Wadison Pasaribu mengutuk tindakkan para pelaku yang telah berbuat sadis terhadap keluarganya. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini hingga tuntas.

“Kita sangat berharap kepada pihak kepolisian supaya mengusut pembunuhan adik saya. Supaya kasus ini tuntas,” ujarnya.

Kuasa hukum korban, Lambas Toni Pasaribu mengaku terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polresta Serang Kota Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku.

"Untuk sekarang kami membiarkan pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Harapan kami sangat berharap Polri, khsusunya Polresta Serang menangkap pelakunya karena ini sangat sadis,” tandasnya. (Wie)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top