Kotabaru Kalsel // GebrakNasional.com - mohon infografis ini dapat menjadi bahan untuk membangun KETAHANAN BENCANA (KESTANA) dan DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) khusus Bencana Kekeringan di tingkat kecamatan dan desa.(4/10/2026)
Penanggulangan kekeringan tidak cukup hanya menunggu bantuan air dari pemerintah. Kita perlu mendesentralisasikan ketahanan air sampai ke tingkat desa, sehingga setiap wilayah mulai mengenali potensi sumber airnya, menjaga lingkungan dan menyiapkan langkah adaptasinya.
Pentahelix harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan:
π§ 1. PEMERINTAH
* Identifikasi desa/dusun yang rawan kekeringan.
* Petakan kebutuhan dan ketersediaan air.
* Inventarisasi sumber air, embung, sumur, sungai dan mata air.
* Menyiapkan sarpras dan skema distribusi air saat krisis.
π³ 2. MASYARAKAT
* Identifikasi dan menjaga sumber-sumber mata air yang ada.
* Menjaga pohon dan vegetasi di sekitar mata air serta daerah resapan.
* Tidak melakukan penebangan/pembukaan lahan di kawasan sumber air.
* Menghemat air dan menampung air hujan.
* Membentuk kepedulian/kesiapsiagaan tingkat desa.
π 3. SWASTA/PERUSAHAAN
* Mendukung penyediaan air baku dan sarana air bersih.
* Membantu pembangunan sumur bor, tandon, embung atau sarana konservasi air sesuai kebutuhan dan ketentuan.
* Mengarahkan CSR untuk memperkuat ketahanan air masyarakat.
π 4. AKADEMISI
* Membantu pemetaan potensi sumber air dan kondisi hidrogeologi.
* Mengkaji alternatif sumber air dan teknologi penyediaan air.
* Memberikan edukasi konservasi dan penggunaan air yang aman/efisien.
π’ 5. MEDIA
* Mengedukasi masyarakat tentang kekeringan dan penghematan air.
* Mengangkat potensi lokal dan keberhasilan desa dalam menjaga sumber air.
* Menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Intinya: jangan sampai kita baru mencari air ketika air sudah habis.
Mulai sekarang setiap desa perlu tahu: di mana sumber airnya, siapa yang menjaganya, berapa kebutuhan masyarakatnya dan apa rencana jika sumber air tersebut berkurang atau mengering.
Inilah Kestana: masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana, tetapi menjadi bagian dari sistem ketahanan dan pengurangan risiko bencana.
“Kenali sumber airnya, jaga lingkungannya, siapkan masyarakatnya.”(πΆπππππ)
Tidak ada komentar:
Tulis komentar